Manajemen Peserta Didik

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

 

LATAR BELAKANG

Manajemen peserta didik keberadaanya sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena siswa merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu dan ketrampilan. Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung dengan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Manajemen peserta didik merupakan penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari siswa itu masuk sampai dengan keluar dari suatu sekolah. Manajemen peserta didik tidak semata pencatatan data peserta didik akan tetapi meliputi aspek yang lebih luas yaitu dapat membantu upaya pertumbuhan anak melalui proses pendidikan di sekolah.

Menurut Suharsimi Arikunto (1986:12) bahwa peserta didik adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan. Menurut UU Sisdiknas bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang  tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Jadi bisa diartikan bahwa peserta didik adalah seseorang yang terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan tertentu, yang selalu ingin mengembangkan potensi dirinya baik pada aspek akademik maupun non akademik melalui proses pembelajaran yang diselenggarakan.

Setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan mengetahui bagaimana mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah lancar, tertib dan teratur, bagaimana menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang baik agar siswa dapat belajar dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien.

 

PENGERTIAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Manajemen peserta didik berdasarkan pada dua kata, yang merupakan penggabungan dari manajemen dan peserta didik. Manajemen sendiri, dalam buku M. Manullang yang mengutip pada buku Encylopedia of the Social Science dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses, dengan proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.  Sedangkan peserta didik sendiri ialah orang yang mempunyai suatu pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan.  Dengan dasar Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen peserta didik bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah.

 

TUJUAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Lebih lanjut, proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Tujuan khusus manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik.
  • Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik.
  • Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik.
  • Peserta didik dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai citacita mereka.

 

FUNGSI MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Fungsi manajemen peserta didik secara umum adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosialnya, segi aspirasinya, segi kebutuhannya dan segi-segi potensi peserta didik lainnya.

Fungsi manajemen peserta didik secara khusus dirumuskan sebagai berikut:

  • Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat. Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
  • Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan dengan hakekat peserta didik sebagai makhluk sosial.
  • Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik tersalur hobi, kesenangan dan minatnya. Hobi, kesenangan dan minat peserta didik demikian patut disalurkan, oleh karena ia juga dapat menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
  • Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.

 

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Yang dimaksudkan dengan prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam melaksanakan tugas. Jika sesuatu tersebut sudah tidak dipedomani lagi, maka akan tanggal sebagai suatu prinsip. Prinsip manajemen peserta didik mengandung arti bahwa dalam rangka memanaj peserta didik, prinsip-prinsip yang disebutkan di bawah ini haruslah selalu dipegang dan dipedomani. Adapun prinsip-prinsip manajemen peserta didik tersebut adalah sebagai berikut:

  • Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didik tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar system manajemen sekolah.
  • Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik itu ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang  lainnya.
  • Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik, tidak diarahkan bagi munculnya konflik di antara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari pihak yang dibimbing. Ialah peserta didik sendiri. Tidak mungkin pembimbingan demikian akan terlaksana dengan baik manakala terdapat keengganan dari peserta didik sendiri.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik haruslah sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.
  • Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah lebih lebih di masa depan.

 

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Perencanaan Peserta Didik

(1)     Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima. Agar supaya penentuan jumlah tersebut optimal dalam pembelajaran.

(2)     Menyusun program kegiatan peserta didik yang didasari dengan:

  • Visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan
  • Minat dan bakat peserta didik
  • Sarana dan prasarana
  • Anggaran yang tersedia
  • Tenaga kependidikan yang tersedia.

 

Rekruitmen Peserta Didik

Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan merupakan proses pencarian, menentukan, dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga yang bersangkutan. Sedangkan langkah-langkahnya sebagai berikut:

(1)     Pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru.

(2)     Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka.

 

Seleksi Peserta Didik

Penyeleksian peserta didik merupakan kegiatan pemilihan peserta didik untuk ditentukan diterima atau tidak. Pada dasarnya, penyeleksian dilakukan oleh lembaga pendidikan yang daya tampungnya melebihi daya tampung yang teresedia.

 

Orientasi Peserta Didik

Orientasi peserta didik (siswa baru) merupakan kegiatan penerimaan peserta didik baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan sosial sekolah.

Tujuan diadakan kegiatan orientasi bagi peserta didik adalah:

  • Agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah
  • Agar peserta didik siap mengahadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental, dan emosional. Sehingga peserta didik merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.

Pengelompokkan Peserta Didik (pembagian kelas)

Sebelum peserta didik yang diterima dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mengikuti kegiatan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Pengelompokkan peserta didik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah didasarakan kepada sistem kelas.

Menurut William A Jeager dalam pengelompokkan peserta didik dapat didasarkan kepada:

  • Fungsi integrasi, yaitu pengelompokkan berdasakan kesamaan-kesamaan peserta didik. Pengelompokkan ini berdasarkan jenis kelamin, umur, dan sebagainnya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini menghasilkan pembelajaran yang bersifat klasikal.
  • Fungsi perbedaan, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarakan kepada perbedaan-perbedaan yang ada dalam induvidu peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan, dan sebagainnya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini                menghasilkan pembelajaran yang bersifat induvidual.

 

Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik

Pembinaan dan pengembagan peserta didik dilakukan untuk membina dan membantu mengembagkan potensi yang dimilki peserta didik dalam beraneka ragam pembelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang. Dengan pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman beraneka pembelajaran. Biasanya pihak lembaga pendidikan (sekolah) melaksanakan bermacam-macam kegiatan seperti kegiatan kurikurel dan extra kerikurel.

 

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan pelaporan peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) sangat diperlukan. Kegiatan pencatatan dan pelaporan ini dimulai sejak awal peserta didik diterima sampai lulusan atau peserta didik meninggalkan sekolah tesebut. Pencatatan tentang peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) agar pihak lembaga dapat membimbing secara optimal. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan agar pihak-pihak yang terkait dapat mengetahui perkembangannya.

 

RINGKASAN

Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung dengan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Oleh karena itu perlu adanya manajemen peserta didik. Manajemen peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Hal ini dilaksanakan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat membantu upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Fungsi dari manajemen itu sendiri adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosialnya, segi aspirasinya, segi kebutuhannya dan segi-segi potensi peserta didik lainnya, yang bertujuan agar dapat mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Lebih lanjut, proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Untuk membentuk sebuah manajemen terutama pada peserta didik di butuhkan prinsip-prinsip sebagai arah yang tepat pada pelaksanaannya. Adapun prinsip-prinsip itu adalah:

  • Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didik tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar system manajemen sekolah.
  • Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik itu ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang  lainnya.
  • Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik, tidak diarahkan bagi munculnya konflik di antara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari pihak yang dibimbing. Ialah peserta didik sendiri. Tidak mungkin pembimbingan demikian akan terlaksana dengan baik manakala terdapat keengganan dari peserta didik sendiri.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik haruslah sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.
  • Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah lebihlebih di masa depan.

Setelah itu dimulai untuk membatasi ruang lingkup yang ada. Mulai dari perencanaan peserta didik, rekruitmen peserta didik, seleksi peserta didik, orientasi peserta didik, pengelompokan peserta didik, pembinaan dan pengembangan peserta didik, dan diakhiri dengan pencatatan serta pelaporan.

 

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsim. 1986. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara

Briggs, A.R.J. and Sommefeldt, D. 2002. Managing Effective Learning and Teaching. London: Paul Chapman Publishing

Foskett, N. (Ed.). 1992. Managing external relations in schools. London: Routledge

Manullang, M. 1992. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia

Mulyasa, E. 2009. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2010 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

 

 

Tentang sumberbelajarangga

I will get a suscces man . .
Pos ini dipublikasikan di Tugas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s