Tugas Diskusi Perencanaan Pembelajaran

Pertanyaan:

  1. Substansi pemahaman dan pengembangan kecakapan secara umum beserta ranah taksonomi bloom (meliputi ranah afektif, kognitif, dan psikomotor)?
  2. Dibahas secara detail, satu persatu, apa yang dimaksud dan contoh dari percakapan?
  3. Pengembangan pemahaman selain dari ranah taksonomi Bloom?

Hasil Diskusi:

  1. Maksuda dari substansi pemahaman tersebut secara umum, yaitu: pemahaman yang merujuk pada hasil belajar, hasil belajar menurut sisi siswa merupakan suatu tingkatan dari pengenmbangan mental yang lebih baik bila kita ingin membandingkan dengan saat sebelum belajar.

Menurut kami, tingkatan perkembangan mental terwujud dalam tiga jensi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setelah mendapatkan hasil belajar, siswa memiliki kemampuan yang dimiliki sesuai pengalaman belajarnya.

–          Ranah Afektif: Ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai yang mencakup watak perilaku seperti perasaaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.

–          Ranah Kognitif: Ranah yangmencakup kegiatan mental(Otak) menurut Bloom. Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berpikir termasuk didalamnya, seperti kemampuan menghafal, memahami, dan mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan evaluasi.

–          Ranah Psikomotor: merupakan ranah yang berkaitan dengan ketrampilan atau kemampuan dalam bertidak setelah seseorang menerima pengalaman belajar.

  1. Maksud dari ketiga ranah beserta ccontoh nyata dari kecakapan tersebut:
    1. Ranah afektif

–       Minat

Menurut Getzel (1966), minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583), minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi.

mengetahui tingkat minat peserta didik terhadap pelajaran yang diberikan pendidik, bahan pertimbangan menentukan program sekolah, meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Contoh: Mendengarkan pendapat yang lain dengan penuh perhatian.

–       Konsep Diri

Menurut Smith, konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimiliki. Target, arah, dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. Target konsep diri biasanya orang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah. Arah konsep diri bisa positif atau negatif, dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum, yaitu mulai dari rendah sampai tinggi.

Contoh: memberikan pendapat terhadap sesuatu yang disampaikan dalam diskusi.

–       Nilai

Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan, tindakan, atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlah keyakinan sekitar objek spesifik atau situasi, sedangkan nilai mengacu pada keyakinan.

Contoh: dapat memberikan solusi atas apa yang menjadi suatu masalah.

–       Moral

Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang dilakukan diri sendiri. Misalnya menipu orang lain, membohongi orang lain, atau melukai orang lain baik fisik maupun psikis. Moral juga sering dikaitkan dengan keyakinan agama seseorang, yaitu keyakinan akan perbuatan yang berdosa dan berpahala. Jadi moral berkaitan dengan prinsip, nilai, dan keyakinan seseorang.

Contoh: Dapat membuat datar kegiatan yang seimbang.

  1. Ranah Kognitif

–       Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)

Adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.

Contoh: Mengetahui perlindungan keselamatan diri

–       Pemahaman (comprehension)

Adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.  Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.

Contoh: Dapat menjelaskan hokum Ohm dengan menggunakan bahasa sendiri.

–       Penerapan (application)

Adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Penerapan ini adalah merupakan proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman.

Contoh: Menerapkan hokum Ohm pada suaatu rangkaian.

–          Analisis (analysis)

Adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi.

Contoh: Membandingkan dan menghubungkan hasil pengukuran dengan hasil perhitungan.

–        Sintesis (syntesis)

Adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Salah satu jasil belajar kognitif dari jenjang sintesis ini adalah: peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh islam.

–        Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

Adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.

Contoh: dapat menjelaskan dan menyimpulkan hasil percobaan.

  1. Ranah Psikomotor

Tingkat penguasaan keterampilan terbagi dalam tujuh kategori, yaitu:

  1. Mempersepsikan

yaitu keterampilan menggunakan berbagai isyaratatau rangsangan untuk melakukan aktivitas motorik seperti keterampilan menerjemahkan isyarat indra.

Contoh : mendeteksi komunikasi non verbal

 

 

  1. Menyiapkan

meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan suatu tindakan yang telah diterima oleh indra.

Contoh: mengetahui tahapan-tahapan proses produksi

  1. Menanggapi respon

tahap awal dalam keterampilan belajar yang kompleks adalah keterampilan meniru dan trial and error. Ketepatannya ditentukan latihan yang sebelumnya telah dipersepsi dan telah disiapkan.

Contoh: mengikuti segala instruksi dalam pembuatan auatu model

  1. Mekanis

adalah tahap peralihan dalam belajar melalui pengembangan kebiasaan dan melakukan gerakan yang didukung dengan keyakinan dan  rasa percaya diri.

Contoh: mengoperasikan PC

  1. Mengembangkan respon yang kompleks

Keterampilan direfleksikan dalam gerak yang kompleks.  Kemahiran ditunjukkan dengan kinerja yang cepat, akurat,  sangat terkoordinasi, dan menggunakan energi minimal.

Contoh: mengoperasikan komputer dengan cepat dan kaurat

  1. Adaptasi

Keterampilan yang dikembangkan dengan baik secara individu dapat memodifikasi pola pergerakan sesuai persyaratan khusus.

Contoh: tanggapan yang efektif dalam menyelesaikan masalah/pengalaman yang buruk

  1. Orisinalitas

membuat gerakan baru sehingga sesuai dengan keadaan tertentu. Pembelajaran menekankan pada pengembangan kreativitas yang berlandaskan keterampilan tinggi.

Contoh: merancang sebuah teori baru yang belum pernah ditemukan .

 

  1. Pengembangan selain dari ranah taksonomi Bloom adalah Ranah yang dapat ditawarkan dalam taksonomi Bloom adalah ranah kejujuran. Dari ranah kejujuran ini natinya akan dapat dikembangkan kembali edalam berbagai ranah yang bersifat soft skill seperti kemandirian, bertanggug jawab dan lain sebagainya. Apabila ranah kejujuran dapat diterapkan maka setiap peserta didik akan memiliki karakter yang mencerminkan dari ranah kejujuran tersebut. Meskipun pada kenyataannya pengaplikasian dari ranah ini sangatlah sulit dilakukan, hal tersebut dikarenakan sulitnya penentuan kriteria penilaian yang akan dilakukan.

Tentang sumberbelajarangga

I will get a suscces man . .
Pos ini dipublikasikan di Tugas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s